Langsung ke konten utama

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 | RMAS Dasgun


Sebagai salah satu bentuk kecintaan terhadap Baginda Nabi Muhammad SAW., Remaja Masjid Nurul Yaqin Dasan Gundul mengadakan serangkaian acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H/2019 M.


Acara tersebut dilaksanakan mulai dari tanggal 17 November s/d puncaknya tanggal 24 November 2019. Serangkaian acara yang bertema "Berharap Syafaat dari Sang Juru Syafaat" tersebut dibuka dengan pembacaan Mahallul Qiyam yang diiringi oleh Tim Hadroh dari Ponpes Darunnajah Dasan Gundul kemudian dilanjutkan dengan acara - acara lainnya.
























Mulai dari Acara Lomba - Lomba Keagaaman seperti MTQ, Baca Hadist&Doa, Pidato, Shalawat, Adzan, dan Ayat Pendek. Kemudian dilanjutkan dengan acara Pengajian Umum yang dihadiri oleh TGH. Muhammad Taesir Al-Azhar, Lc., MA.
dan pada pagi hari tanggal 24 November dilaksanakan Pengajian  Umum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin, TGH. Muzhar Bukhori, Ust. H. Kamaludin dan para Asatidz dan tamu undangan lainnya.













Semoga dengan acara tersebut kita nanti di Yaumul Akhir dikenal oleh Rasulullah SAW dan mendapatkan SyafaatNya, karena satu-satunya yang mampu memberikan Syafaat kepada kita Hanyalah Beliau Sang Juru Syafaat Rasulullah SAW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keistimewaan Muharram dan Hikmah Hijrah | RMAS Dasgun

Bulan Muharram adalah satu di antara bulan-bulan yang mulia ( al-asyhur al-hurum ), yang diharamkan berperang di bulan ini. Ia dipandang bulan yang utama setelah bulan Ramadhan. Oleh karenanya, kita disunnahkan berpuasa terutama pada hari ‘Asyura, yakni menurut pendapat mayoritas ulama, tanggal 10 Muharram. Di antara fadhilah bulan Muharram, adalah ia dipilih oleh Allah  subhanahu wata’ala  sebagai momen pengampunan umat Islam dari dosa dan kesalahan. 

Cara Rasulullah Sambut Ramadhan | RMAS Dasgun

Adalah Rasul SAW yang mempersiapkan diri betul menyambut kedatangan setiap bulan Ramadhan. Persiapan Rasul tersebut bukan hanya bersifat jasmani, melainkan paduan jasmani dan rohani mengingat puasa sebagaimana ibadah yang lain adalah paduan ibadah jasmani dan rohani, di samping ibadah yang paling berat di antara ibadah wajib (fardu) lainnya.